Maklumat dari Ustadz Yusuf mansur
Filed Under (News) by yusufmansur on 25-02-2009
|
Supaya menjadi informasi dan tidak menjadi fitnah & dosa, berikut saya permaklumatkan beberapa hal:
|
|
![]() |
|
| 1. |
Kami membangun sekolah internasional agar bisa menjadi subsidi bagi program pembibitan penghafal al Qur’an yang mulai per awal 2008 ditarget menuju 100rb penghafal al Qur’an. Sekolah ini berdiri di atas prinsip wakaf, dan tidak ada yang mewarisi sekolah ini bila saya meninggal dunia. Hasil dari penyelenggaraan sekolah yang memang lagi booming ini, didedikasikan untuk program tsb.
|
| 2. |
Dana sedekah dari masyarakat dialokasikan baik lsg maupun tidak lsg di sekolah internasional ini, dengan harapan agar ketika berbuah nanti, sedekahnya juga bisa menjadi multi manfaat. Ibarat berkebun, insya Allah hasilnya sangat subur. Karena tujuan sekolah ini bukan pribadi, insya Allah mdh2an sedekah di sekolah internasional ini menjadi investasi akhirat yang menarik. Sementara itu, sekolah ttp diselenggarakan scr profesional. Tidak gratis. Hasilnya saja yang didedikasikan untuk program pembibitan penghafal al Qur’an.
|
| 3. |
Tidak benar bhw saya opportunis di urusan sedekah. Seakan mengambil sedekah orang banyak, lalu kemudian mendirikan sekolah yang komersil. Saya pribadi, dengan segenap pengurus dan staff pengajar hingga OB, semua berdedikasi ikut bersedekah dan berwakaf. Kami sadar, bhw yang kami bangun ini untuk kepentingan akhirat. Akan halnya saya pribadi, kontrak-kontrakmahal saya pun didedikasikan ke sini di antaranya.
|
| 4. |
Sementara itu, program-program pembibitan penghafal al Qur’an; pendirian sekolah2 gratis, pembiayaan-pembiayaan sedekah dan wakaf yang trkait dengan PPPA, ttp kami gulirkan, dan bahkan senantiasa bertambah jumlahnya. Baik dari pribadi, group pribadi, hingga masyarakat.
|
| 5. |
Perlu diketahui, sumber pendanaan berasal dari: donatur, usaha group wisatahati & yayasan daarul qur’an, dan dana dari kontrak-kontrakpribadi saya dengan TV, bank, oeprator seluler, dll.
|
| 6. |
Saya memang guru sedekah. Dan karenanya saya tidak akan berhenti menyeru orang untuk bersedekah. Apapun resikonya. Bahwa saya mengajak juga masyarakat untuk berpartisipasi di sekolah internasional, sbb memang sejumlah keutamaan yang mereka mengerti bhw insya Allah ini investasi yang subur. Ibarat bikin perusahaan dengan dana sedekah/wakaf produktif, maka anggap saja sekolah internasional ini adalah usaha yang menguntungkan, namun hasilnya tidak dibagi-bagi ke pengurus, melainkan untuk PPPA.
|
| 7. |
Saya memutuskan sampe akhir tahun menutup banyak jadual, sbb memang ingin berkonsentrasi di pesantren dulu. Bukan menghentikan sama sekali. Dan saya membentuk layer 2, barisan mujahid dakwah yang tidak meminta bayaran, untuk diterjunkan dakwah di tengah-tengah masyarakat. Jadi, bukan karena udah punya bisnis dan punya sekolah internasional, lalu berhenti berdakwah. Bagi kami, berdakwah adalah panggilan hati.
|
| 8. |
Sayap bisnis juga benar-benar digeliatkan oleh saya dan kawan-kawan pengurus wisatahati dan daarul qur’an. Agar tegak mandiri dan bisa saling subsidi dan bahu membahu membawa amanah PPPA. Dan saya kira, tidak ada satu pun larangan seorang ustadz dan guru-guru pesantren untuk berbisnis. Yg dilarang adalah berbisnis dengan cara-cara yang haram. Dan permodalan kami, bukan permodalan yang bersumberkan dari dana sedekah. Kita maju bersama membangun peradaban yang bisa menjadi uswatun hasanah.
|
|
Demikian permakluman ini, agar bisa mengurangi fitnah dan waksyangka. Kepada Allah kami pulangkan semua hal. Dan mohon maaf atas semua kesalahan. Jangan berhenti mengkritik. Yang harus dihentikan, adalah memfitnah.
Wassalam, Yusuf Mansur.
|
|


