Sambutan dari Ustadz Yusuf Mansur
Filed Under (News) by yusufmansur on 25-02-2009
| Assalamualaikum, yth., semua Sahabat Wisatahati… |

Saya senang sekali hadir Sahabat-sahabat semua yang menemani perjuangan kami-kami meniti jalan dakwah dan amal usaha. Banyak program-program Wisatahati yang memerlukan kebersamaan dan bantuan Sahabat-sahabat semua. Seperti Majelis Dhuha Nasional.
Saya meminta izin kepada semua yang kepengen saya hadir, bahwa sementara saya tidak bisa memenuhi dulu permintaan-permintaan tausiyah.
Ada beberapa alasan. Di antaranya saya kepengen fokus membenahi internal pesantren dan keluarga saya, sekaligus mulai memberi perhatian dan kasih sayang juga kepada keduanya. Alasan lainnya adalah supaya saya bisa punya waktu merilis satu dua program dan kemudian malah bisa belajar lagi menuntut ilmu.
Salah satu program untuk mengimbangi ketidakhadiran saya adalah dirilisnya Majelis Dhuha Nasional. Dengan program ini, dimungkinkan saya “menyapa” jamaah semua di tanah air, baik di kota, hingga ke pelosok tanah air, dan mengajar. Bahkan tanpa perlu saya keluar dari rumah atau pesantren. Bagaimana caranya? Caranya saya membuat tayangan-tayangan tausiyah berdurasi pendek dan memutarnya di Majelis Dhuha Nasional dengan media TV & DVD. Nah, kehadiran Sahabat-sahabat kelak sebagai fasilitator Majelis Dhuha Nasional ini. Sahabat-sahabat cukup membuka rumahnya untuk keluarganya, untuk saudara-saudaranya, untuk sahabat-sahabatnya yang lain, kemudian mengajaknya shalat dhuha bersama (bukan berjamaah).
Setelah shalat dhuha, sahabat-sahabat ajak mereka semua melihat DVD yang kami sediakan sebagai Materi Kuliah Dhuha. Sebisa mungkin, sebagai gerakan nasional, Shalat Dhuha dilakukan serentak dan bersamaan, yaitu setiap Sabtu jam 07.00 WIB. Harapan saya, 385 Kota dan Kabupaten di Indonesia, akan menyetel dirinya sendiri dan bersama-sama menyelenggarakan Majelis Dhuha Nasional. Bayangkan, jika setiap kota memiliki rata-rata 10 kecamatan, dan Sahabat-sahabat hadir di semua kecamatan, maka akan ada 3.850 Majelis yang menyelenggarakan shalat dhuha nasional. Dan bila setiap kecamatan mengandung lagi 10 kelurahan, maka akan ada 38.500 Majelis! Subhaanallaah. Andai setiap majelis berisi keluarga kecil, dengan rata-rata anggotanya 10 orang saja, maka peserta Majelis Dhuha Nasional ini akan berjumlah 385.000 orang! Satu jumlah yang fantastis mengingat kepada 385.000 orang itulah Sahabat-sahabat akan sama-sama berdakwah setiap sabtu paginya, walaupun lewat media DVD.
Dan kita sama-sama tahu, pengajian-pengajian kecil di tiap-tiap kelurahan di tanah air ini, tidak saja berjumlah 10 majelis, melainkan jauh lebih banyak hingga menjangkau RT/RW. Jika hitungan kita sampe ke RT/RW, maka jumlahnya sudah akan mencapai 3.850.000 orang setiap sabtu paginya. Subhaanallaah, subhaanallaah, subhaanallaaah, walhamdulillaah. Bagaimana lagi kalo kita menghitung setiap majelisnya 100 orang???!!! Hitung saja sendiri.
Sekali lagi, Sahabat-sahabat lah yang mewujudkan hal ini. Saya dan kawan-kawan Wisatahati memfasilitasi cara kerja, dan DVD nya saja. Selebihnya, mari kita bersama-sama bergerak memberi cahya bagi negeri ini.
Sahabat-sahabat sekalian, ada tausiyah saya yang saya upload bersamaan dengan dirilisnya website ini, sebagai audio pengantar dan pengarahan Majelis Dhuha Nasional. Maka karena itulah, saya sungguh-sungguh bersyukur Allah hadirkan Sahabat-sahabat semua. Semoga program-program dakwah dan amal usaha, bisa berjalan lancar dan memberi maslahat bagi negeri ini.
Waba’du, ada program-program lain yang juga akan terselenggara, meski tanpa kehadiran saya. Agak serupa dengan Majelis Dhuha Nasional, yakni Training In Movie. Satu konsep training dengan menggunakan audio visual murni tanpa trainer secara fisik. Hampir sama dengan Majelis Dhuha Nasional, Training in Movie pun sama-sama menggunakan DVD sebagai media penayangannya. Beda nya, DVD yang ditayangkan di Majelis Dhuha Nasional berdurasi pendek, sedang DVD Training in Movie, berdurasi layaknya sebuah training diselenggarakan.
Akhirul kalam, mohon semua berdoa agar berkumpulnya kita ini, adalah untuk sesuatu yang Allah ridha dan bermanfaat. Kepada Allah juga kita pasrahkan semuanya.
Salam, Yusuf Mansur.

