Ustadz Yusuf Mansur Sang Pelaku Sedekah

Filed Under (News) by yusufmansur on 25-02-2009

Rumus Matematika Sedekah kini banyak dibicarakan dalam majelis pengajian. Rumus ini memang tak lazim dibahas dalam bangku pendidikan umum. Adalah Ustadz Yusuf Mansur yang mengkampanyekan rumus tersebut. Inilah contohnya, 10-1 = 19. 10-2 = 28. 10-3 = 37. 10-4 = 46 dan seterusnya. Bicara ilmu matematika, hitungan di atas, salah. Tapi tidak bagi Yusuf Mansur. ‘’Itulah matematika sedekah. 10- 1= 19!’’ tegasnya.

Dari mana datangnya angka 19? Dengan penuh keyakinan, da’i muda itu menjelaskan, ‘’Sepuluh dikurangi satu memang tinggal sembilan. Namun satu yang disedekahkan itu akan dibalas Allah 10, sehingga kalau dijumlahkan 9+10=19. Begitu seterusnya,’’ tandas da’i yang selalu mengkampanyekan shalat sedekah dan shalat Tahajjud itu. Apakah betul kalau kita bersedekah satu dibalas 10 kali lipat? Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 itu menegaskan. ‘’Saya sangat yakin mengenai hal itu. Sebab Allah sendiri yang menyatakan hal tersebut di dalam Alquran.

Sedekah kita akan dibalas 10 kali, bahkan 700 kali lipat. Karena itu, saya tidak ragu sedikitpun,’’ tegasnya. Bagi da’i berpostur mungil dan baby face itu, jawaban atas berbagai persoalan hidup adalah sedekah dan shalat Tahajjud. ‘’Kunci segala persoalan kita ada pada sepertiga malam. Ketika itu Allah menurunkan malaikat-malaikat- Nya ke bumi untuk mendengarkan dan menyampaikan doa hamba-hamba- Nya. Karena itu, bangunlah dan laksanakan shalat Tahajjud,’’ ujarnya.

Namun, kata Yusuf Mansur, shalat Tahajjud baru setengah penyelesaian persoalan. Lalu, setengahnya lagi apa? ‘’Sedekah!’’ ujar cucu KH Muhammad Mansur, seorang ulama besar Betawi yang tinggal di Jembatan Lima, Jakarta Barat. Ia mengkampanyekan dan menggerakkan jamaah untuk sedekah tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga hingga ke mancanegara, seperti Singapura, Hongkong, Mesir, Australia dan Selandia Baru.

Setiap kali berceramah, ia selalu mampu menggerakkan para jamaahnya untuk sedekah. Tidak hanya berupa uang cash, tapi juga HP, perhiasan, jam tangan mewah, bahkan kendaraan seperti sepeda motor dan mobil. Panitia pembangunan masjid, yayasan yatim piatu, sekolah, dan majelis ta’lim selalu senang mengundang Yusuf Mansur. Sebab dalam waktu hanya setengah jam mampu menghasilkan sedekah jutaan bahkan puluhan juta rupiah. ‘’Hukum sedekah itu 5+1, yakni tahu, yakin, ngamalin, buktiin, rasain, dan ceritain,’’ tegas Yusuf Mansur dengan logat Betawinya yang kental.

Ia sering mengutip Surat Ali Imran: 92, yang artinya, ‘’Kamu belum berbuat kebaikan hingga kamu menafkahkan apa yang kamu paling cintai. ‘’Jadi, untuk meraih kebaikan yang sempurna, harus mau bersedekah yang terbaik,’’ tegasnya.

Pebisnis

Meskipun berasal dari keluarga besar ustadz/kiai, Yusuf Mansur muda tak mau menjadi ustadz atau kiai. ‘’Saya enggak mau jadi ustadz. Habis, duitnya sedikit dan saudara-saudara saya yang jadi ustadz hidupnya semuanya sederhana. Saya lebih suka jadi pengusaha,’’ kenangnya.

Di usia remaja Yusuf Mansur sudah menjadi seorang pebisnis. Saat usia 18 tahun, ia sudah naik mobil mewah dan mempunyai pendapatan puluhan juta rupiah sebulan.

Namun, rupanya tak selamanya bisnis itu berlangsung mulus. Usahanya menghadapi masalah. Ia terlibat utang dan dua kali masuk penjara. ‘’Namun ketika di penjara itulah, saya akhirnya bisa menghafal Alquran. Di sana pun saya belajar ilmu sedekah kepada semut.

Di penjara itu pula buku serial Wisata Hati lahir,’’ kata Yusuf Mansur. Ia telah menulis naskah serial Wisata Hati sebanyak lebih 40 judul, sebagian di antaranya sudah diterbitkan. Bukunya yang sangat terkenal antara lain Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang dan Kun Fayakun.

Kini nama Yusuf Mansur terus berkibar sebagai salah seorang da’i muda yang selalu mengkampanyekan sedekah dan shalat Tahajjud. Selain berceramah melalui televisi, radio, buku, dan ceramah tatap muka, ia pun berdakwah melalui kaset dan CD. Bahkan ia pun merambah ke layar lebar. Ia juga berdakwah melalui SMS, website/internet, dan majalah mobile ‘’Kun Fakayun’’.

Yusuf Mansur pun mengembangkan sayap di bidang pendidikan. Di Semarang, Yusuf Mansur bersama Wisata Hati Jawa Tengah mengembangkan sekolah internasional Daqu Kids. Ia tengah membangun kompleks sekolah Islam internasional terpadu di Kampung Ketapang, Tangerang, yang dikhususkan buat anak-anak yatim melalui Program Pembibitan Penghapal Alquran (PPPA). Namanya Darul Quran International, dan mulai efektif tahun ajaran 2008/2009. Itulah Yusuf Mansur, sang pelaku sedekah! ?

Menyejahterakan Umat di Atas Landasan Sedekah

Filed Under (Wawancara) by yusufmansur on 25-02-2009

”Rasulullah sukses membangun masyarakat yang adil dan sejahtera di atas landasan kasih sayang, antara lain sedekah,” tegas Ustadz Yusuf Mansur. Da’i muda yang selalu mengkampanyekan sedekah dan Tahajud itu menegaskan sedekah merupakan salah satu pilar terpenting dalam mendistribusikan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Sedekah juga merupakan solusi dalam memecahkan berbagai persoalan umat. Berikut wawancara Republika dengan Pimpinan Ponpes Darul Qur’an/ Tahfiz Qur’an Wisata Hati itu.

Apa hikmah yang perlu kita ambil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad saw?
Banyak sekali hikmah yang bisa kita petik dari peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Misalnya, tentang kegemaran Beliau melaksanakan shalat Tahajud atau qiyamullail. Beliau tak pernah meninggalkan shalat Tahajud. Kalau sampai terjadi Beliau tak sempat melaksanakan qiyamullail, maka siang harinya Beliau menggantinya. Begitu seriusnya Beliau menegakkan shalat Tahajud tersebut, sampai-sampai diceritakan bahwa kaki Beliau bengkak-bengkak karena terlalu lama berdiri. Istri tercinta Beliau, Siti Aisyah, dengan penuh kelembutan berkata,

”Mengapa engkau begitu keras melakukan qiyamullail tiap malam, padahal Allah telah menjamin dosa-dosa engkau diampuni?” Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah menjawab, ”Apakah salah, kalau aku menjadi hamba Allah yang senang bersyukur?” Jadi, shalat Tahajud itu sebagai bukti syukur Beliau kepada Allah SWT.Hikmah lainnya adalah kerendahan hati Beliau kepada siapa pun. Sampai-sampai dikatakan, Rasulullah itu sangat pemalu seperti pemalunya wanita. Rasulullah merupakan lelaki yang sangat pengasih kepada istri dan anak-anaknya.

Beliau berpesan, ”Berlaku baiklah kamu kepada istri-istrimu, dan ketahuilah, sesungguhnya akulah laki-laki yang terbaik terhadap istri-istriku.”Salah satu hikmah terpenting dari peringatan Maulid Nabi adalah kegemaran Beliau bersedekah. Rasulullah adalah pribadi yang sangat menyayangi dan suka menolong anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Beliau dikenal sebagai orang yang paling senang bersedekah dan paling banyak sedekahnya. Apalagi di bulan Ramadhan, makin bertambah-tambah sedekahnya.

Sukses Rasulullah membangun masyarakat Muslim yang sejahtera, adil dan makmur, tidak lepas dari sedekah. Rasulullah berhasil membangun masyarakat adil dan makmur di atas landasan kasih sayang, antara lain sedekah. Sedekah itu artinya sangat luas. Tidak hanya berupa mengeluarkan harta benda untuk orang-orang dhuafa. Mengusap kepala anak yatim juga termasuk sedekah. Membantu orang-orang tua yang kesulitan melangkah atau membawa sesuatu juga termasuk sedekah. Bahkan, menyingkirkan duri dari jalan juga termasuk sedekah.

Bagaimana dengan sedekah harta?
Tentu saja, tidak kalah pentingnya adalah sedekah dalam bentuk harta benda. Semasa hidupnya, Rasulullah sering mengemukakan keharusan dan keutamaan zakat dan sedekah.Ada cerita tentang Tsa’labah yang hidupnya bertahun-tahun didera kemiskinan. Ia sangat rajin ibadah, dan sering minta kepada Nabi agar didoakan menjadi orang yang kaya. Nabi, pada mulanya tidak mau langsung mengiyakan. Namun Tsa’labah berkali-kali meminta. Akhirnya suatu hari, Nabi memberinya kambing untuk diternakkan. Awalnya, ketika jumlah kambingnya masih sedikit, Tsa’labah masih sempat dan rajin melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

Namun makin lama, dia makin disibukkan oleh urusan memelihara ternak kambing itu, sehingga shalat jamaahnya pun jadi bolong-bolong. Makin lama, ia pun makin jarang shalat berjamaah.Ketika usaha ternak kambingnya makin maju, Tsa’labah diperintahkan oleh Nabi untuk mengeluarkan zakat. Namun ia menunda-nundanya terus. Sampai akhirnya Allah menghancurkan usaha ternaknya itu. Tsa’labah menolak membayar zakat, itu urusan lain, namun pesan yang terkandung dalam cerita ini adalah kewajiban mengeluarkan zakat bagi setiap Muslim yang mampu. Di samping keutamaan untuk mengeluarkan sedekah tentunya.

Bagaimana dengan Muslim yang tidak mampu secara materi? Bagaimana mereka dapat berzakat dan bersedekah?
Ada kisah lain di zaman Rasul. Seorang nenek tua datang kepada Rasul sambil mengeluh. ”Ya, Rasul, alangkah enaknya orang-orang kaya itu. Mereka shalat dan puasa sebagaimana kami shalat dan puasa. Namun mereka bisa bersedekah dengan harta mereka, sedangkan kami tidak bisa.” Rasul mengatakan bahwa sedekah itu tidak hanya berupa harta dan benda, tapi juga bisa berupa kalimat-kalimat dzikir, seperti Subhanallah, walhamdulillah, walaailaaha illallah wallaahu akbar. Namun, mendengar ucapan Nabi, wanita itu berkata lagi, ”Orang-orang kaya itu pun bisa berdzikir dan mereka bersedekah dengan hartanya.” Apa pesan hadits ini? Sebagai Muslim kita perlu menjadi orang kaya, antara lain agar bisa berzakat dan bersedekah.

Yusuf Mansur: Tetap di Jalur Dakwah

Filed Under (News) by yusufmansur on 25-02-2009

Disebut-sebut bakal terjun ke dunia politik dan duduk dikursi DPR Pusat, Yusuf Mansur pun merasa gerah dan langsung membatahnya. Menurut Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Daarul Quran Wisatahati Bulak Santri Cipondoh, Tangerang, Banten, ini dia tidak akan masuk dunia politik dan tetap akan berada di jalur dakwah.

”Saya berterima kasih kepada partai yang mengikutsertakan saya di putaran pemilu lewat kendaraan parpol tersebut. Namun, masih belum waktunya buat saya. Ada amanah Allah SWT yang masih harus saya urusi dengan baik, yaitu program pembibitan penghafal Alquran, pesantren Daarul Quran, dan dunia dakwah yang belum terlalu lama saya cumbui. Saatnya nanti sudah siap, insya Allah saya akan belajar banyak dari sekarang ini,” ujar Yusuf Mansur usai memberi taushiyah peserta audisi film Ketika Cinta Bertasbih di Sawangan, Depok, Jabar, Selasa (5/8).

Dalam pandangan ustadz yang telah menelurkan film religi bertajuk Kun Fayakuun ini, dunia usaha dan politik bukanlah dunia yang harus ditinggalkan oleh para ulama. Dua-duanya sudah direbut sama ‘orang lain’. ”Alhamdulillah, sekarang ini masyarakat tidak lagi terlalu menganggap tabu dua hal itu untuk juga dimasuki oleh alim ulama. Saya tampaknya masih harus bersabar untuk tidak dulu masuk dunia politik,” paparnya.

tag cloud